← Semua BeritaArtikel

SUKSES PADA USIA LEBIH MUDA (Edisi Senin, 9 April 2018)

Oleh HDI Management Centre5 Februari 2019
SUKSES PADA USIA LEBIH MUDA (Edisi Senin, 9 April 2018)

Muda dan sukses dengan metamorfosisSUKSES PADA USIA LEBIH MUDA: Sebagai praktisi SDM, saya cukup terpengaruh oleh teorinya Garry Dessler. Dia me-ngatakan bahwa karir manusia terbagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama di-sebut usia pertumbuhan, yakni usia 0 sampai 14 tahun. Setelah itu seseorang masuk pada tahap eksplorasi saat usianya 14 hingga 24 tahun. Tahap berikutnya disebut dengan usia eksperimen, ketika seseorang berada pada rentang usia 24 hingga 30 tahun.

Saat memasuki usia 30 tahun disarankan agar seseorang sudah memantapkan diri untuk menekuni profesi atau usaha tertentu. Karena usia 30 tahun hingga 45 tahun merupakan usia stabilisasi. Sedang usia 45 hingga 65 tahun disebut sebagai tahap pemeliharaan, yakni memelihara reputasi dan kesuksesan dirinya. Menurut Dessler, selain memelihara reputasi dan kesuksesan diri, pada usia inilah kebanyakan orang juga lebih serius dalam memikirkan dan mewujudkan kesuksesan dan kekayaan diri maupun keluarganya.

Para pembaca yang siap berubah menjadi lebih baik…

Selaras dengan perkembangan jaman, fakta yang ada membuktikan bahwa menjadi sukses dan kaya tidak harus menunggu usia 45 tahun. Cukup banyak insan-insan yang mampu meraih kesuksesan dan hidup berkelimpahan pada usia yang relatif masih muda. Mark Zuckerberg pelopor Facebook, Larry Page penemu Google, dan Nadim Makarim pemilik Go-Jek merupakan contoh dari segelintir anak muda yang mampu meraih kesuksesan pada usia muda. Mereka bertiga berhasil menjalankan perusahaan bernilai jutaan dolar Amerika Serikat.

Tumbuhnya kelas menengah di Indonesia yang percepatannya amat mengesankan, juga didominasi oleh anak-anak muda. Berdasar catatan Republika, pada Desember 2017, satu dari lima orang Indonesia masuk kategori kelas menengah. Apalagi yang belakangan disebut dengan istilah unicorn. Mereka adalah orang-orang muda dalam kategori startup, namun asset bisnisnya mencapai di atas US$ 1 miliar .

Dalam referensi yang saya pelajari, kesuksesan dan keberlimpahan yang bisa dica-pai oleh orang-orang pada usia yang relatif lebih muda dibandingkan dengan ge-nerasi-generasi sebelumnya adalah karena sebab-sebab berikut ini.

Pertama, rata-rata dari orang-orang muda yang berhasil meraih kesuksesan lebih awal adalah anak-anak muda yang memiliki pemahaman, bahkan penguasaan, ten-tang teknologi informasi yang lebih baik. Bermodal pemahaman dan penguasaan pada bidang TI inilah mereka mampu melahirkan temuan, atau produk, atau pun terobosan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat pada zamannya. Tum-buh suburnya bisnis digital marketing belakangan ini, menjadi salah satu bukti atas realitas ini.

Kedua, mereka juga sangat jeli dalam melihat peluang serta sigap dalam memberi-kan solusi. Munculnya traveloka, tokopedia, maupun bukalapak, sekedar sebagai contoh, tak luput dari fenomena ini. Siapa yang ada di balik layar ketiganya? Se-muanya merupakan orang-orang muda yang memiliki kejelian dan kesigapan.

Sedang yang ketiga, orang-orang muda yang berhasil mewujudkan kesuksesan dan keberlimpahan pada usia yang lebih awal adalah pribadi-pribadi yang terus bera-daptasi, berinovasi, dan menciptakan pasar yang baru. Pada tahapan tertentu, mereka tidak mau lagi bertarung habis-habisan pada pasar yang telah ada. Mereka justru memilih berkreasi untuk menciptakan kebutuhan baru pada pasar yang baru, yang oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne disebut sebagai blue ocean strategy.

Bagi Anda yang masing tergolong muda, bergegaslah untuk meraih kesuksesan dan keberlimpahan sejak dini, karena kemungkinan ini sesungguhnya bisa Anda jalani. Yakinkah Anda akan hal ini? Keep spirit & change Your life.

Untuk meningkatkan kemampuan leadership skill training bisa ikuti training HDI bulanan.

 

*artikel ini telah dimuat di harian Republika
Chat